Jumat, 07 Mei 2021

kode etik suamiv - istri

12 DALIL WAJIB TAAT SUAMI

----------------

1) “Laki-laki adalah pimpinan bagi wanita...jika mereka (para istri) mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari cara untuk menyusahkan mereka (An-Nisa : 34)

2) “Seandainya aku dibolehkan untuk menyuruh manusia sujud kepada manusia, akan kusuruh wanita sujud kepada suaminya” (HR. Tirmidzi)

3) “Wanita mana saja yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya ridha padanya, maka ia masuk surga” (HR. Tirmidzi)

4) Nabi bersabda “Mayoritas penduduk neraka adalah Wanita yang kufur kepada suaminya. Suaminya sudah baik pada mereka tapi ketika suaminya salah sedikit,  mereka berkata pada suaminya ‘Kamu tidak pernah baik’” (HR Bukhari)

5) “Di antara tanda dekatnya kiamat adalah jika para suami tunduk pada istrinya” (HR Abu Na’im)

6) “Wanita yang shalat 5 waktu, berpuasa Ramadhan, menghindari zina, & taat pada suaminya, maka dikatakan padanya, “Masuklah ke surga lewat pintu mana saja” (HR. Ahmad)

7) Aisyah bertanya kepada Nabi, ‘Siapa yang berhak mengatur seorang wanita ?’ Nabi menjawab, ‘Suaminya’. Aisyah bertanya lagi ‘kalau yang berhak mengatur seorang lelaki ? Nabi menjawab, ‘Ibunya’ (HR. Muslim)

8 ) Bibinya Hushain bin Mihshan bahwa pernah mendatangi Nabi untuk suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, Nabi pun bersabda kepadanya “Perhatikanlah hak-hak suamimu. sesungguhnya yang menentukan surga dan nerakamu adalah sikapmu terhadap suamimu.” (HR. Ahmad)

9) "Setiap kalian adalah pemimpin, dan suami adalah pemimpin (Imam) bagi keluarganya" (HR Muslim)

10) “Ketika seorang istri melawan suaminya, Bidadari di Surga berkata, “Semoga Allah membuatmu celaka. Suamimu hanya sebentar bersamamu & akan segera kembali pada kami” (HR. Tirmidzi)

11) “Istri penghuni Surga, adalah ia yang ketika dimarahi suaminya ia lantas memegang tangan suaminya dan berkata ‘Aku minta ridhamu’ (HR Thabrani)

12)  “Istri yang tidur sementara suaminya marah kepadanya, maka pahala shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya” (HR. Ibnu Majah)

Senin, 01 Maret 2021

Tugas Ayah

 “Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (terj. Qs. At-Tahrim ayat 6).

Kalau sekedar memberi makan, para induk hewan juga melakukan, klo sekedar melindungi keluarga dari hujan dan panas, hewan pun demikian.

Namun melindungi dari api neraka, hal yang sangat berat.

Menurut Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, makna “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah lakukanlah ketaatan kepada Allah dan tinggalkan maksiat serta suruhlah mereka untuk berdzikir kepada Allah. Maka dengannya Allah selamatkan kalian dari api neraka”. 

Sementara Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, makna “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah “didiklah mereka dan ajarkan ilmu kepada mereka (addibhum wa ‘allimuhum)”.

Sedangkan Muqatil dan Ad Dhahak berkata, makna “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah, “Engkau memerintahkan mereka untuk mentaati Allah dan mencegah mereka dari bermaksiat kepada Allah, hendaklah engkau menegakkan perintah Allah teradap mereka, memerintahkan mereka dengan perintah Allah dan membantu mereka dalam urusan tersebut, dan jika engkau melihat kemaksiatan dari mereka maka hendaklah engkau menghardik mereka”.( Tafsir Ibnu Katsir: 4/391 ). 

Dari Sâlim bin Abdullah bin Umar, berkata: Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma bercerita kepadaku bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga orang yang Allâh haramkan surga untuk mereka: pecandu khmar (minuman keras), anak yang durhaka, dan dayûts, orang yang membenarkan keburukan di keluarganya”. [HR. Ahmad, no. 5372, 6113. Dishahihkan oleh syaikh Syu’aib al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad]

Membenarkan keburukan di keluarganya, ukuran keburukan tentunya adalah alquran dan hadits, yang melanggar atau menentang kedua sumber hukum tersebut itulah keburukan.

Seringkali kita harus mengalah terhadap istri dan anak, bahkan terkadang hal-hal yang jelas melanggar atau menentang hukum2 Tuhan.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. [At-Taghâbun/64:14]

Inilah mengapa : 

1. istri yg sholehah adalah perhiasan terindah.

2. kita disuruh menikahi wanita yg beriman , "Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu." (QS Al Baqarah: 221).  karena wanita yang beriman tidak akan menghalangi suami untuk menjalankan agamanya.

3. kita disuruh berdoa "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." supaya aturan agama bisa ditegakkan dalam kehidupan islaminya.

semuanya dalam rangka menuju keselamatan akhirat.


kita setiap hari disuruh berdoa