Jumat, 26 Februari 2021

KETAATAN

 Terdapat beberapa macam bentuk ketaatan/kepatuhan

1. Tuhan dan nabiNya.

2. Orang tua

3. Suami

3. pemimpin

4. Keputusan/perjanjian.


Ketaatan dalam kehidupan hanya bisa dilakukan selama tidak bertentangan dan quran dan sunah nabinya.

untuk seorang anak laki-laki wajib mentaati ibu-nya selama tidak bertentangan dan quran dan sunah nabinya. untuk anak perempuan selama belum bersuami.

"Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapa kah aku harus berbakti pertama kali?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ibumu!'. Kemudian orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Rasulullah SAW  menjawab, 'Ibumu!'. Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu!'. Orang tersebut bertanya kembali, ' Kemudian siapa lagi', Rasulullah SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu'. (HR Bukhori muslim)

diriwayatkan Ibnu Majah, An-Nasa'i, Imam Ahmad, Aht-Thabarani yang berbunyi:

"Bahwasannya ia (Mu'awiyah binj Jahimah) datang kepada Nabi Muhammad SAW, lalu ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku ingin berperang, dan aku datang untuk meminta petunjukmu.' Nabi Muhammad SAW bersabda. 'Apakah engkau memiliki ibu?', 'Iya'. 'Menetaplah dengannya, karena sungguh surga di bawah kedua kakinya."

Diriwayatkan bahwa seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Saya memiliki harta dan orangtua, dan ayah saya ingin menghabiskan harta saya.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam   menjawab, “Engkau dan hartamu boleh dipakai orangtuamu. Sesungguhnya, anak-anak kalian termasuk penghasilan terbaik, maka makanlah dari penghasilan anak-anak kalian.” [HR. Ahmad, no. 7001

Sedangkan seorang wanita adalah suaminya saat dalam status pernikahan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya,” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Suatu saat, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA dikisahkan —sebagian ahli hadis menyebut sanadnya lemah—, tatkala sahabat bepergian untuk berjihad, ia meminta istrinya agar tidak keluar rumah sampai ia pulang dari misi suci itu. Di saat bersamaan, ayahanda istri sedang sakit. Lantaran telah berjanji taat kepada titah suami, istri tidak berani menjenguk ayahnya. 

Merasa memiliki beban moral kepada orang tua, ia pun mengutus seseorang untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Taatilah suami kamu.” Sampai sang ayah menemui ajalnya dan dimakamkan, ia juga belum berani berkunjung. Untuk kali kedua, ia menanyakan perihal kondisinya itu kepada Nabi SAW. Jawaban yang sama ia peroleh dari Rasulullah, “Taatilah suami kamu.” Selang berapa lama, Rasulullah mengutus utusan kepada sang istri tersebut agar memberitahukan Allah telah mengampuni dosa ayahnya berkat ketaatannya pada suami. 

Ruh-Jiwa-Jasad

 Jiwa dalam al quran sering disebut sebagai nafs, atau diri, yg diakan dimintai pertanggung jawaban.

Ruh adalah entitas yg berasal dari Tuhan, sifat-sifat kebaikan berasal dari ini.

Jasad adalah semacaTm bungkus, bersamaan dengan jasad didalamnya terdapat nafsu2 keduniaan.

2 hal tersebut diperlukan karena manusia diberi tugas sebagai khalifah di bumi. Ruh dan Jasad di gunakan untuk menjalankan aktifitas menjalankan aturan2 Tuhan. Keinginan untuk hidup dan berkembang hal yang natural karena kita ada jasad. Terlalu memperturutkan jasad tanpa menghiraukan keinginan ruh, sama saja hidup seperti hewan. 

untuk mengenali keinginan ruh, diberikan manusia akal untuk mengenali kebaikan2 yang sesuai dengan keinginan Tuhan. Akal disini tidak sekedar logika rasional semata. Logika rasional tidak akan menyetujui ibrahim menyembelih anaknya. Tapi quran menyebut yang bisa memahami fenomena tersebut adalah para ulil albab, orang2 yang berfikir. Artinya berfikit tidak sekedar rasionalitas saja.

Setelah diberi tools tersebut manusia didampingi oleh 2 malaikat dan jin pendamping atau khorin.

Silahkan menjalani hidup sebagai manusia, dan sebagai khalifah di bumi...pastikan tidak melanggar aturan Tuhanmu.

“Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (terj. Qs. At-Tahrim ayat 6). 

Selasa, 23 Februari 2021

ibadah mahdhoh dan muamalah

Dalam Ibadah mahdhoh selama tidak ada perintah tidak boleh kita ada2akan, sementara ibadah muamalah selama tidak ada larangan, hal tersebut silahkan dilakukan. 

Jika perintahnya ada , kita menghalang2i namanya perbuatan melampai batas, sering pula disebut sebagai mendustakan agama.

Sejarah Islam mencatat kaum Khawarij masuk kategori orang-orang yang berlebihan itu. Mereka ada dalam satu golongan tubuh umat Islam. Mereka tidak sekadar pandai membaca Alquran dan memahaminya. Namun, pengetahuan mereka tentang Alquran tidak membuat mereka mengamalkannya.

Secara kuantitas, ritual iba dah mereka luar biasa. Mereka rajin shalat dan berpuasa. Nabi SAW bahkan menyebut ibadah yang dilakukan para sahabat ti dak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka.

 Nabi pun pernah ditegur Allah saat mengharamkan madu untuk dirinya.

"Wahai seluruh manusia, hindarilah ghuluw (pelampauan batas) dalam keberagamaan. Karena yang membinasakan (umat) sebelum kamu adalah ghuluw dalam ke beragamaan." (HR Ibnu Majah).

Senin, 22 Februari 2021

Lalai & Emosi karena istidraj

 “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)


“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Menghindari terhadap hal ini kuncinya adalah selalu menganalisa terhadap keinginan , harapan dan tingkah laku kita. Bisa jadi atas ketidaknyamanan dan kesedihan, kita memanjatkan doa yang justru tidak sesuai dengan syariat Tuhan. Dan yang lebih berbahaya lagi kita menganggap Tuhan sudah mengabulkan doa kita, saat tercapai keinginan tersebut.

Kehati2an dan menjaga ketaqwaan menghindari melarang terhadap hal-hal yang sebenarnya disyariatkan. Kalau menghidari hal-hal yang dilarang, sudah clear, tetapi menghalang-halangi hal-hal yang dihalalkan, sering tidak kita sadari. Bukankah ini yang disebut melampaui batas.



Kamis, 18 Februari 2021

AZAB - MUSIBAH

Azab ; yg menjadi korbannya adalah yang menentang hukum Allah

Musibah ; yg menjadi korban bisa orang mukmin dan orang kafir

contoh2 yg diazab ;
1. pengikut firaun
menuhankan firaun, apakah mereka menyembah firaun, tdk, tuhan mereka dalam sejarah adalah dewa matahari
2. kaum tzamud, 
3. kaum aad
4. istri nabi nuh
5. istri nabi luth.
6. anak nabi nuh
7. kafir quraish di perang badar ada yg menyebut kena azab juga, krn2 disebut2 malaikat membantu pasukan mukmin.

utk istri2 nabi dosa apa mereka, yg jelas bukan selingkuh, tapi menentang perintah nabinya, menentang risalahnya,


Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya). (QS. Al An'Am: 63)


ini hadists plus quran ;

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian. (Al-Anam: 65) Maka Rasulullah Saw mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu atau dari bawah kaki kalian." (Al-Anam: 65) Rasulullah Saw. mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu. atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain. (Al-Anam: 65) Rasulullah Saw. berkata, "Ini adalah yang paling ringan —atau— paling mudah.",

hujan batu, bencana setelah pasca nabi muhammad sudah tidak ada, .....jika terjadi berarti sebagai musibah. 

Permusuhan antar manusia, perang  dapat dianggap sebagai azab buat orang2 kafir. munafiq. 
Apa arti buat orang mukmin ; tentunya ujian utk menegakkan hukum tuhan.

Senin, 15 Februari 2021

MONOGAMI NO

 


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa/4 : 3]


mengapa ada kata2 ini "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya),...", ini karena ayat ini turun berkaitan dengan  kebanyakan yg berhijrah adalah para wanita dan anak2 yatim, banyak yang tujuannya hanya ingin mengambil harta anak yatim, ada juga yg memberi nafkahnya tidak sesuai dengan istri2nya yang lain.    


Fisologis pria dan wanita

Wanita diciptakan dengan hormon bisa lebih bertahan terhadap sakit, sehingga hidupnya lebih panjang dari pada pria. Akibatnya secara statistik jumlah wanita secara natural akan lebih banyak dari pada pria.

Pria diciptakan dengan hipotalamus yang besar, sehingga karakter melindungi didalamnya bertanggung jawab lebih besar disamping juga nafsu syahwat yang lebih besar juga. Sehingga Tuhan menugaskan sebagai khalifah, mencari nafkah dan diberi hak untuk beristri lebih dari satu. Semakin banyak istri semakin banyak yg bisa dilindungi oleh dia. Sehingga pula jika kewajiban tidak dilaksanakan, jatuhlah talaq 1 secara otomatis kepada si istri.

Dengan prinsip melindungi, mencari nafkah utk memelihara kehidupan manusia, tentunya pencarian istri baru untuk menambah istri, seyogyanya tidak berdasarkan syahwat semata. Nabi mencontohkan utk memilih wanita2 yang hidupnya patut dikasihani, makanya kebanyakan janda keculai aisyah r.a, karena dengan pernikahan dengan aisyah ra, banyak tersampaikan riwayat hadits2 nabi dari pada istri2 yg lain.

kenapa yang tidak tua2 atau yg sesudah udzur nabi memilih istri2 barunya :

1. wanita yg belum udzur membutuhkan kebutuhan hidup dan syahwat.

2. wanita yg sudah udzur sudah tidak membutuhkan pemenuhan syahwat.

3. wanita yang belum udzur rawan diperlakukan semena2 oleh pria hidung belang.


Kaidah Yang Utama di dahulukan kecuali ada halangan.

Sebagaimana solat yang utama adalah dengan berdiri bukan duduk atau tidur, demikianlah dengan menikah, diutaman 2,3,4 baru kalo tidak mampu 1 saja.

Apa kriteria mampu?

Nabi mencontohkan kecukupan nafkah lahir dan waktu kehadiran. Dan nabi tidak menafikan secara hati lebih ke aisyah dari pada ke yang lain. Jadi adil hanya dalam hal nafkah dan waktu, bukan hati.


kita hidup dengan budaya yang sudah terkontaminasi budaya luar yang memandang cinta sejati terwujud dalam sepasang pria dan wanita, sementara Tuhan tidak mengaharapkan itu berdasarkan tugas kekhalifahan pria.

Akibatnya sudah bisa dilihat :

1. perselingkuhan hal yang biasa

2. PSK merebak baik yang tersembunyi atau yg terang2an, karena harus bersaing mencari nafkah bersaing dengan pria.

3. Nasab hasil perzinahan tidak jelas

4. Di negara2 barat, salah satunya rusia kesulitan dalam pengaturan jaminan sosial akbat tidak jelasnya status orang tuanya.

Padahal dalam aturan islam janda dan anak yatim adalah target pelindungan, dalam perang mereka dilarang dibunuh.

HATI2 MUNAFIQ DOSANYA LEBIH BERAT DARI PADA KAFIR.

Menghalangi praktek poligami yang syari, sama saja menolak sunnah nabinya, menolak hukum agama, bukankah itu artinya batal dalam syahadatnya, bersaksi bahwa muhammad adalah rosulullah. Dan memang kaum munafiq sudah batal syahadatnya.

Jika sakit hati dari wanita akibat poligami adalah suatu kemudhorotan tentu Allah akan melarang dengan tegas praktek poligami. Ada yang lebih besar dari sakit hati wanita yg dipoligami yaitu tugas kekhalifahan di dunia, memakmurkan kehidupan.


“Sesungguhnya di antara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah: diangkatnya ilmu, merebaknya kebodohan, merajalelanya perzinahan , merajalelanya khamar, sedikitnya jumlah laki-laki, banyaknya jumlah wanita sehingga limapuluh wanita dipimpin oleh satu orang laki-laki”. (HR. Bukhari)

Bukankah tanda2nya sudah menuju kesana? karena ditanamkan oleh media2 sekuler tentang negatifnya poligami, wanita akhirnya lebih memilih menjadi pelakor. Pelakor hukumnya dosa, tapi poligami tidak, mengapa memilih yg berdosa.

jangan sampai berpihak ke monogami malah menuju kepada datangnya hari qiamat, apa bedanya kita dengan para munafiqin dan kafirin

artiket bagus utk para penolak poligami...

https://www.facebook.com/notes/lebih-baik-poligami-dari-pada-kumpul-kebohubungan-gelap-dan-maksiat/subuah-jawaban-bagi-mereka-yang-menolak-poligami/10150987501782718/


BANGGA DENGAN KETURUNAN

1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.

3. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

4. kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.

5. Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,

6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,

Surat at takatsur turun berkenaan dengan sahabat yang saling membanggakan keturuanannya, sampai mereka mendatangi kuburan moyangnya. Perilaku ini diancam dengan neraka jahim.

Kita sering melabeli nasab orang lain lebih jelek dengan nasab kita, meskipun orang tersebut sudah bertobat. padahal ukuran kebaikan adalah yang paling banyak menjalani hidupnya sesuai dengan tuntunan agama. Kesuksesan diukur dengan selamat tidaknya dari api neraka, tidak ada yg lain dari itu.

Bahkan orang yang telah bertobat, bisa jadi lebih bersih, karena sudah terampuni dosa-dosanya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Hasyr : 18)

kisah peneguran nabi atas perendahan orang lain salah satunya ada dalam kisah pernikahan nabi dengan shafiyah, istri nabi dari kaum yahudi. Nabi menegur hafsah bin umar.(hadits dr ath thabari).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)


KETERASINGAN

 

Doa dikelompokkan menjadi kelompok yg sedikit ;



Suatu ketika Umar bin Khatab RA mendengar ada seorang berdoa dengan ungkapan yang tidak biasa. Orang itu berdoa begini:

“Ya Allah, jadikan aku termasuk golongan yang sedikit di antara hamba-hamba-Mu”. 

Mendengar doa itu, Umar bin Khattab tersentak keheranan dan bertanya:
“Doa apa yang engkau panjatkan itu?”.

Dengan tenang, orang itu menjawab, “Bukankah Allah SWT berfirman ‘Dan tidak beriman bersama (yakni bersama Nabi Nuh) kecuali sedikit.” (QS. Huud:40).

nabi nuh hidup 900an tahun tapi umatnya yg beriman sedikit sekali, istri dan anaknya pun menentang.

istrinya menjelek2an nabi nuh, menganggap gila membangun kapal di padang pasir.


orang islam asing dengan agamanya ;

Hadtis keterasingan Islam yang dimaksud, tertuang dalam Shahih Muslim dari Abi Hurairah yang berbunyi: إنّ الإسلام بدأ غريبا وسيعود غريبا كما بدأ، فطوبى للغرباء
“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”.

kita tahu orang2 munafiq dan kafir perang pemikiran  melaui hak azazi manusia dan feminisme atau emansipasi yg salah menyerang penindasan wanita di poligami dan hukum waris.

Jangan takut dengan keterasingan selama menapaki jalan Tuhan.

Jumat, 12 Februari 2021

TAKHBIB /PELAKOR DAN MONOGAMI MINDED

Takhbib ;

”Bukan bagian dari kami, Orang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)


”Barang siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dari kami.”( HR. Ahmad, shahih)


Monogami minded ;

“Semua wanita yang minta cerat [gugat cerai] kepada suaminya tanpa alasan, maka haram baginya aroma surga.” [HR Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad].


Kasus ;

Suami bertemu wanita selain istrinya bermaksud menikahi, tetapi istri mengancam meminta cerai.

apakah wanita tersebut disebut takhbib atau istri yg berdosa karena melarang suami mengerjakan yang syari.

Jika sakit hati dari wanita2 yg dipoligami suatu kemudhorotan, tentunya Tuhan akan melarang praktek poligami ini, dan para nabinya tidak akan melakukan hal tersebut. kenyataannya semua nabi melakukan praktek poligami tersebut. Saat Tuhan menetapkan satu aturan tentu ada kebarokahan utk manusia yang mengimani tentunya.

Selama istri ke-2,3,4 tidak menginginkan isper lepas dari suami, itu bukah takhbib. Dan suami beristri lagi dengan harapan ingin melepas isper itu hal yang tidak dapat dibenarkan dalam agama, karena nabi tidak melepas ummu Sau'dah meski sdh udzur.





ADAB BERBICARA DENGAN LAWAN JENIS

 Pada zaman Rasululullah Shallallahu alaihi wa sallam dan shahabat, banyak kisah istri-istri Rasulullah yang berbicara dengan para shahabat. Misalnya ketika memberi jawaban atas suatu pertanyaan tentang Islam. Setelah Rasulullah wafat, Aisyah radhiyallahu'anha atau sang Ummul Mukminin juga menjadi guru bagi para shahabat.

Dalam melakukan percakapan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, kita bisa meneladani sikap para istri nabi. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ ۚ إِنِ ٱتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِٱلْقَوْلِ فَيَطْمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلْبِهِۦ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,"(QS Al-Ahzab : 32)


tunduk disini tidak dilembut2kan, biacara apa adanya, tdk merayu.

Apakah pertemuan tersebut berhijab / terbatasi, atau bertemu langsung tatap muka, tidak dijelaskan, yang penting adalah sikap yang harus ditampilkan saat terjadi komunikasi.

Tentang khalwat .

Definisi umumnya khalwat adalah menyendiri, bersembunyi dari manusia.

1. Nabi berkhalwat 40 di gua Hiro.

2. Laki-laki berkhalwat dengan perempuan dilarang karena ketiganya adalah setan.

Bagaimana untuk menghindari setan? kembali lagi yg penting sikap yang harus ditampilkan saat terjadi komunikasi dan tentunya materi yg dikomunikasikan, jika materinya adalah hal-hal yg bermanfaat dan tidak bertentangan dengan agama, misalnya berbagi ilmu baik ilmu agama atau ilmu dunia misalnya matematika, fisika, pengetahuan alam, kesehatan ,informasi bencana dsb.

Perbuatan dosa urusan pribadi masing2 hanya Tuhan yg tahu dan dirinya.

Jangan menghalalkan yang diharamkan, jangan mengharamkan yang halal.

Pernah suatu kali Rasulullah SAW keceplosan mengatakan tidak akan meminum madu. Beliau SAW hendak mengharamkan meminum madu bagi dirinya sendiri karena kerap berpotensi konflik dari istri-istri Beliau SAW. Ketika itu Beliau SAW langsung mendapatkan teguran Allah SWT dalam Alquran, "Hai Nabi, mengapa engkau haramkan apa yang Allah halalkan bagimu? Engkau hendak mencari kesenangan hati istri-istrimu." (QS at-Tahrim [66]: 1).

HIERARKI BERISLAM

TUJUAN PENCIPTAAN 
1. ”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adzariyat : 54) 
2. إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً "Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS Al- Baqarah: 30). 

Protesnya malaikat ; "Mengapa Engkau hendak menciptakan manusia, apakah manusia tersebut hanya akan berbuat sesuatu yang merusak di atas bumi, saling membunuh dan bermusuhan satu sama lain, sedangkan Engkau tahu bahwa kami selalu berzikir dan mengagungkan asma-Mu ya Allah” 

 Allah SWT kemudian berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". manusia diberikan potensi kepemimpinan yang luar biasa, diberikan akal pikiran sehingga mampu memanfaatkan sumber daya alam dan menciptakan suatu peradaban. Allah maha mengetahui maka Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi. 

kata kunci ....membuat peradaban...tentunya dimana aturan2 Tuhan di tegakkan. Peradaban yang tidak sesuai dengan aturan Tuhan akan dihancurkan.
Adanya peradaban karena ada manusia berkembang biak. karena manusia dibekali nafsu. tidak mungkin tanpa nafsu makhluk hidup bisa berkembang. itulah mengapa  manusia juga dibekali nafsu selain akal.  Dengan nafsu makan manusia dapat hidup, dengan nafsu syahwat manusia dapat berkembang biak. Yang penting dengan cara seperti apa nafsu tersebut digunakan. makan dan minum tidak boleh berlebihan, menyalurkan syahwat hanya melalui pernikahan.

SYAHADAT
Persaksian terhadap allah dan persaksian terhadap nabi muhammad saw . 
Dengan syahadat manusia berjanji dengan Tuhan akan melaksanakan kehidupannya sesuai dengan aturan agama yang diturunkan ke nabinya, yaitu dengan Quran dan sunah nabinya.

kafir quraiys , nasrani dan yahudi bersakski terhadap allah tapi tdk bersaksi terhadap nabi muhammad saw. 

Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124). 

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm.

Tingkat persaksian / membenarkan ;
1. di hati
2. di hati dan lisan
3. di hati, lisan dan perbuatan.

syahid adalah persaksian dengan perbuatan mengorbankan kehidupannya.
sehingga nilainya paling tinggi karena nyawa tidak lebih berarti dari pada persaksiannya.

Persaksian selalu diucapkan dalam solat, bahkan disumpahkan dalam bacaan iftitah.
”..... ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam’.” (QS Al-An’am [6]: 162).

Memungkiri quran dan sunnah disebut sebagai maksiat.

Lawan dari beriman adalah kafir/tertutup. Sedangkan munafiq adalah mulut dan kadang perbuatannya beriman tetapi hatinya kafir. Munafiq nerakanya lebih dalam dari pada orang kafir.


CARA PENGAMBILAN HUJJAH
Dalam kesehariannya kita harus mengukur tingkat laku dan sikap agar selalu sesuai dengan quran dan sunah nabinya, perlu dilakukan cara pengambilan dasar hukumnya, sering dikenal sebagai ushul fiqh. Berikut tata urutan pengambilan hujjah atau dasar hukum  sesuai urutan :
1. Al Quran
2. Hadits
3. Ijma keputusan dari beberapa ulama krn masalah tersebut belum ada di quran dan hadits
4. Qiyas, menganalogikan.

Inilah tolak ukur kebaikan dalam kehidupan, jika ada hujjah yang paling atas, jangan mengambil yang dibawahnya. 

jika ada 2 hadits yang sepertinya bertentangan, pahami lebih detil, tarik benang merahnya, jika memang tidak bisa, dan sama2 shohih berarti jangan mengambil hadits tersebut. Terkadang satu nash turun belakangan utk mengoreksi nash sebelumnya.

Yang baik di mata manusia selama tidak sesuai dengan aturan-Nya bukanlah kebaikan yang diinginkan Tuhan.

“Sesungguhnya suatu kaum bisa dimuliakan oleh Allah lantaran kitab ini, sebaliknya bisa dihinakan pula karenanya.” (HR. Muslim no. 817).