Jiwa dalam al quran sering disebut sebagai nafs, atau diri, yg diakan dimintai pertanggung jawaban.
Ruh adalah entitas yg berasal dari Tuhan, sifat-sifat kebaikan berasal dari ini.
Jasad adalah semacaTm bungkus, bersamaan dengan jasad didalamnya terdapat nafsu2 keduniaan.
2 hal tersebut diperlukan karena manusia diberi tugas sebagai khalifah di bumi. Ruh dan Jasad di gunakan untuk menjalankan aktifitas menjalankan aturan2 Tuhan. Keinginan untuk hidup dan berkembang hal yang natural karena kita ada jasad. Terlalu memperturutkan jasad tanpa menghiraukan keinginan ruh, sama saja hidup seperti hewan.
untuk mengenali keinginan ruh, diberikan manusia akal untuk mengenali kebaikan2 yang sesuai dengan keinginan Tuhan. Akal disini tidak sekedar logika rasional semata. Logika rasional tidak akan menyetujui ibrahim menyembelih anaknya. Tapi quran menyebut yang bisa memahami fenomena tersebut adalah para ulil albab, orang2 yang berfikir. Artinya berfikit tidak sekedar rasionalitas saja.
Setelah diberi tools tersebut manusia didampingi oleh 2 malaikat dan jin pendamping atau khorin.
Silahkan menjalani hidup sebagai manusia, dan sebagai khalifah di bumi...pastikan tidak melanggar aturan Tuhanmu.
“Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (terj. Qs. At-Tahrim ayat 6).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar